Subscribe Now: standardSmall

Minggu, 24 Maret 2013

mudah wawancara kerja

Wawancara kerja adalah saat di mana Anda harus bisa tampil sebaik-baiknya dan membuat diri Anda terlihat pantas untuk dipekerjakan. Berikut adalah beberapa tips yang perlu Anda perhatikan untuk bisa memenangkan hati si pewawancara dan perusahaan.
Berpakaian profesional
Apa yang Anda pakai mungkin tidak akan bisa menunjukkan keahlian dalam bekerja, tapi tak dapat dipungkiri bahwa penampilan adalah hal pertama yang dilihat. Saat wawancara kerja, perhatikan baik-baik pakaian Anda. Jangan gunakan sesuatu yang terlalu provokatif, seksi, atau berlebihan. Tetap pilih pakaian rapi, profesional, makeup natural, dan memperlihatkan keseriusan Anda dalam menjalani proses wawancara tersebut.
Lakukan riset
Selalu cari tahu tentang perusahaan yang Anda lamar. Jangan sampai ketika ditanya, Anda menjawab tidak tahu apa pekerjaan yang akan Anda lakukan atau tidak tahu perusahaan itu bergerak di bidang apa.
Bersikap baik dan positif
Bersikaplah ramah, murah senyum, dan sopan selama wawancara kerja berlangsung. Bahkan ketika resepsionis kantor itu tidak ramah atau si pewawancara terkesan galak, Anda tidak boleh melawannya dengan sikap negatif.
Hati-hati bahasa tubuh
Selain perhatikan apa yang Anda bicarakan, jangan lupakan juga bahasa tubuh yang menunjukkan kesan percaya diri namun tetap rileks. Hindari bahasa tubuh yang terlihat malas-malasan, melipat kedua tangan di depan yang terkesan angkuh, atau menggigiti kuku seakan terlihat gugup.
Beri pertanyaan
Saat diberi kesempatan bertanya, jangan ragu untuk memberikannya. Anda bisa bertanya tentang ritme kerja perusahaan, apa yang diharapkan perusahaan dari Anda, dan apa saja yang berkaitan dengan pekerjaan. Hindari pertanyaan seputar gaji, bonus, atau kapan Anda bisa mengambil cuti.
Jangan terlalu personal
Ketika diminta untuk menceritakan diri Anda, sebaiknya jangan terlalu personal hingga menceritakan masalah pribadi. Tetap fokus pada latar belakang pendidikan, pengalaman bekerja, dan keahlian Anda.


Di setiap akhir wawancara kerja, perekrut pasti akan memberi kesempatan pada Anda untuk bertanya seputar pekerjaan. Sebaiknya, hindari menanyakan hal-hal berikut ini.
1. Segala sesuatu tentang gaji dan bonus
Pembicaraan seputar gaji baru bisa dibahas ketika pihak perusahaan telah menawarkan. Menurut Abby Kohut, konsultan karir dari AbsolutelyAbby.com, hindari pertanyaan seakan-akan Anda sudah mendapatkan posisi di kantor tersebut.
2. Tentang bekerja di rumah
Kecuali jika pihak perekrut menyebutkannya, jangan bertanya apakah Anda boleh bekerja dari rumah. Beberapa perusahaan memang memperbolehkan pekerjanya bekerja secara remote atau mobile, tapi hal itu tak perlu dibicarakan di awal.
3. Informasi umum yang bisa Anda dapatkan melalui Google
Jangan menanyakan hal-hal umum yang sebenarnya bisa Anda dapatkan melalui browsing di internet. Hindari bertanya seputar, apa saja anak perusahaan, siapa pemimpin perusahaan, dan lainnya. Hal tersebut seharusnya sudah lebih dulu Anda cari tahu.
4. Siapa kompetitor perusahaan
Ini juga seharusnya sudah Anda cari tahu lebih dulu. Sebelum menjalani wawancara kerja, pastikan Anda melakukan riset untuk mengetahui siapa kompetitor, produk apa yang diberikan, dan perkembangan terkini seputar perusahaan.
5. Bisakah mengubah detail pekerjaan dan jadwal
Baru saja diwawancara, Anda sudah ingin mengubah detail pekerjaan, jadwal kerja, atau bahkan gaji. Ini sama saja Anda tidak menghormati peraturan perusahaan.
6. Cek latar belakang
Jangan juga bertanya pada perekrut, “Apakah Anda selalu mengecek latar belakang setiap pelamar?”. Pertanyaan ini justru membuatnya curiga bahwa data dan informasi yang Anda berikan adalah bohong.
7. Penggunaan email dan komputer
Hindari juga pertanyaan tentang apakah perusahaan selalu memonitor penggunaan komputer, email, dan fasilitas kantor lainnya. Hal ini justru menyiratkan Anda adalah tipe pekerja yang sering menyalahgunakan fasilitas kantor.
8. Seberapa cepat mendapatkan promosi
Pertanyaan ini justru mengesankan Anda arogan dan sombong, kata Josh Tolan dari SparkHire.com. Lebih baik tanyakan apa yang dibutuhkan seorang perusahaan dari para pekerja dan bagaimana kesempatan untuk berkembang di perusahaan itu

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.